24
Mei
09

TUGAS 6: BAB 7.LANDASAN EKONOMI

LANDASAN EKONOMI PENDIDIKAN

Pada zaman pasca modern atau globalisasi sekarang ini,yang sebagian manusianya cenderung mengutamakan kesejahteraan materi dibandingkan kesejahteraan rohani, membuat ekonomi menjadi perhatian yang sangat besar, tidak banyak orang yang mementingkan peningkatan spiritual. Kecendrungan tersebut diatas sangat dipengaruhi oleh perkembangan budaya terutama dalam bidang tekhnologi, kesenian, dan pariwisata serta ekonomi, berbagai produk baru yang semakin canggih ditawarkan, dan hal-hal yang lain yang berkenaan dengan perekonomian sehingga situasi seperti ini membuat kebanyakan orang berusaha mengumpulkan materi sebanyak-banyaknya.

Peran Ekonomi Dalam Pendidikan

Dunia sekarang banyak di sibukkan dengan masalah politik yang membuat pertentangan baik masalah tentang ekonomi dan perdagangan, juga disibukkan dengan perang dingin dan perang embargo ekonomi, masing –masing negara berlomba membentuk organisasi yang betujuan untuk memajukan perekonomian mereka.,selain memajukan perekonomian di negeri sendiri sejumlah negara makmur memberikan bantuan ekonomi kenegara yang sedang berkembang,seperti contoh bantuan dana khusus dan pinjaman lunak. Adapun bentuk kerjasama yang lain adalah diproduksinya komponen-komponen produksi yang lain artinya bahwa hasil produksi suatu negara dapat dibantukan ke negara yang membutuhkannya, semua ini merupakan wujud dan globalisasi ekonomi. Seperti negara kita mengkspor produk batik ke negara Amerika, dan negara tersebut memberikan bantuan dana pinjaman lunak kepada negara Indonesia untuk memajukan perekonomian negara kita.

Kalau dulu ekonomi memegang peranan penting bagi kehidupan rakyat Indonesia maka kini disamping alasan seperti itu juga jangan sampai kita kalah bersaing dalam era globalisasi ekonomi, Akan tetapi karena kebanyakan kebijaksanaan dan peraturan di buat maka banyak sekali timbul ketidak harmonisan antar para pengusaha dalam menjalankan roda ekonomi yang menimbulkan krisis ekonomi yang berkepanjangan, maka oleh sebab itu di era globalisasi sekarang ini keterpurukan ekonomi di Indonesia akan diterapkan kebijaksanaan dan peraturan yang baru dan memperbaiki perekonomian bangsa sehingga rakyat yang menderita dapat dengan segera menikmati hasil perekonomian kita yang mapan di masa yang akan datang baik perekonomian yang bersifat makro dan mikro. Perkembangan perekonomian makro berpengaruh sekali dalam bidang pendidikan, seperti sekarang ini banyak sekali orang kaya yang mau menjadi bapak angkat bagi anak-anak yang tidak mampu untuk menempuh pendidikan kejenjang yang lebih baik. Perkembangan lain yang sangat mengembirakan adalah terlaksananya sistem ganda dalam dunia pendidikan, hal ini berlangsung baik di lembaga pendidikan yaitu kerjasama sekolah dengan pihak usahawan dalam proses belajar mengajar. Kemajuan pembangunan perekonomian secara makro dapat juga berdampak timbulnya sekolah-sekolah unggul yang memiliki fasilitas pendidikan yang lengkap karena di biayai dan dipunyai oleh kebanyakan orang –orang kaya Walaupun kebijakan dan program sekolah ini tidak sama dengan yang lain, diharapkan agar tidak terdapat pilih-kasih dalam menerima para siswa artinya calon siswa dari manapun asalnya hendaklah dapat diberikan kesempatan dalam menempuh pendidikan di sekolah unggulan tersebut ,dan yang paling penting juga adalah dapat menghasilkan lulusan yang bermutu serta tidak menyimpang dengan tujuan pendidikan nasional negara kita.

Berbicara tentang sekolah unggulan. BUCHORI (1996), menyatakan bahwa:

1. Untuk membuat para siswa mencintai prestasi yang tinggi.

2. Mau dan bisa bekerja secara sempurna

3. Memiliki etos kerja dan membenci kerja setengah-setengah

4. Keseimbangan pengembangan jasmani dan rohani, serta penguasaan pengetahuan masa sekarang

dengan pengetahuan masa lampau.

Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa ekonomi itu memegang peranan penting dalam kehidupan seseorang, walaupun orang tersebut menyadari bahwa kehidupan gemerlap tidak menjamin kebahagiaan, yang penting bagi mereka bagaimana dapat meraih tingkat perekonomian yang lebih tinggi lagi.Banyak sekali keluarga miskin yang dalam perekonomian mereka hanya dapat untuk makan saja, dan tidak dapat membiayai sekolah bagi anak-anaknya, kata miskin diatas diukur dari tingkat perekonomian bukan tingkat rohani dan kualitas mental.

Fungsi Produksi Dalam Pendidikan

Dibawah ini dijelaskan bahwa fungsi produksi dalam pendidikan, menurut Thomas (tt) adalah hubungan antara output dan input, berikut ini penjelasan tentang fungsi produksi dimana ada tiga bagian yaitu:

1. Fungsi Produksi Administator

yang dipandang input adalah segala sesuatu yang menjadi wahana dan proses dalam pendidikan,

maksudnya adalah input disini meliputi

  1. 1. Prasarana dan sarana belajar, termasuk ruangan kelas dapat diuangkan, artinya bahwa

perhitungan luas dan kualitas bangunan

2. Perlengkapan belajar di sekolah seperti media, alat peraga juga dihitung harganya

3. Buku-buku pelajaran, dan barang-barang yang habis dipakai seperti zat kimia

dilaboratorium

4. Waktu guru bekerja, dan perangkat pegawai administrasi dalam memproses peserta didik

harus dibeli dan dibayar.

Sementara itu yang dipandang sebagai output adalah berbagai bentuk layanan dalam memproses

peserta didik seperti menghitung SKS dan lamanya peserta didik dalam belajar.

2. Fungsi Produksi Dalam Psikologi

adalah dipandang sebagai inputnya adalah sama dengan input fungsi produksi administrator akan

tetapi outputnya berbeda. Hasil output yang ada pada fungsi ini adalah hasil belajar siswa yang

mencakup peningkatan kepribadian dan estetika (keindahan) serta keterampilan, pengarahan dan

pembentukan sikap, penguatan kemampuan, penambahan pengetahuan, ilmu dan teknologi, dan

penajaman fikiran.

3. Fungsi Produksi Ekonomi,

dalam dipandang sebagai inputnya dalah prasarana dan sarana belajar berlaku ketentuan sebagai

barang modal untuk jangka waktu 25 tahun, perlu biaya untuk memperbaiki dan menjaga prasarana

dan sarana tersebut karena ini adalah aset yang harus diberlakukan ketentuannya. Perhitungan harga

barang yang harus dibeli karena habis terpakai,perhitungan biaya para pendidik dan tenaga

kependidikian seperti guru dan pegawai administrasi dan sementara, semua uang yang dikeluarkan

untuk keperluan pendidikan yaitu uang saku, membeli buku dan sebagainya selama masa belajar.

Dan outputnya adalah tambahan penghasilan peserta didik kalau sudah tamat dan bekerja.

Ada kesulitan yang menghadang dalamproses pendidikan yaitu

1. Jika peserta didik tamat, belum tentu ia segera bekerja,

2. Selama menunggu untuk mendapatkan pekerjaannya maka ia memutuskan untuki bekerja seadanya, 3. Kalaupun lulusan ini bisa bekerja dengan penghasilan tiap bulan maka dia mencari tambahan diluar

untuk meningkatkan nafkahnya.

Menurut Kotler (1985), fungsi produksi ekonomi ini bertalian erat dengan marketing (analisis, perencanaan, implementasi, dan pengawasan yang memberikan perubahan nilai, dengan target pasar sebagai tujuan lembaga pendidikan yang mencakup :

1. Mendesain penawaran,

  1. 2. Menentukan kebutuhan atau keinginan pasar dalam hal ini peserta didik sesuai dengan kebijakan

link and match, juga

3. Menentukan harga efektif dengan mengadakan komunikasi, distribusu, komunikasi, dan layanan

Dalam hal ini Keuntungan marketing adalah:

a. Meningkatnya misi pendidikan secara sukses dan terselenggara dengan baik, sebab diisi dengan

program yang baik,

b. Meningkatkan daya tarik terhadap petugas, peserta didik, dana donatur dan

c. Meningkatkan kepuasan masyarakat, meningkatkan keefesiensi dan kegiatan pemasaran. Akan

tetapi dalam marketing juga terdapat kelemahan yaitu lembaga pendidikan selalu dijadikan usaha

dagang, dikomersilkan dalam mendapatkan keuntungan, idealisme pendidikan cenderung diabaikan

dalam dunia pendidikan di Negara kita.

Menurut Mutrofin (1996), menyatakan bahwa negara-negara maju hubungannya antara pendidikan dengan pembangunan ekonomi sangatlah jelas, dimana sistem pendidikan diorientasikan kepada kebutuhan ekonomi yang didasari pada teknologi tinggi, fleksibelitas dan mobilitas angkatan kerja. Dalam masa pembangunan dinegara kita sekarang ini pengembangan ekonomi mendapat tempat strategis, dengan munculnya Link and Match, kebijaksanaan ini meminta dunia pendidikan menyiapkan tenaga-tenaga kerja yang sesuai dengan pasaran kerja, mencakup mutu, dan jumlah serta jenisnya.

Ekonomi Pendidikan

Peranan ekonomi dalam pendidikan cukup menentukan tetapi bukan sebagai pemegang peranan penting, Fungsi ekonomi dalam pendidikan adalah menunjang kelancaran proses pendidikan bukan merupakan modal yang dikembangkan dan juga mendapatkan keuntungan yang berlimpah, disini peran ekonomi dalam sekolah juga merupakan salah satu bagian dari sumber pendidikan yang membuat anak mampu mengembangkan afeksi, psikomotoris, dan kognisi, juga peran lain sebagai materi pelajaran dalam masalah ekonomi dalam kehidupan manusia. Dalam memajukan dunia pendidikan tidak terlepas dari sumber dana pendidikan baik pemerintah, yayasan, setelah dana ini diperoleh harus dikelola secara professional, baik dengan SP4 (Sistem Perencanaan Penyusunan Program dan Penganggaran) dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kebutuhan yang sah.

Kegunaan ekonomi dalam pendidikan adalah :

  1. 1. Untuk membeli keperluan pendidikan yang tak dapat dibuat sendiri seperti prasarana dan sarana,

media, alat peraga dan sebagainya.

2. Membiayai semua perlengkapan gedung, seperti air, listrik telpon.

3. Membayar jasa dari segala kegiatan pendidikan, dan meningkatkan motivasi kerja serta

meningkatkan gairah kerja para personalia pendidikan.

Sumber-sumber dana pendidikan:

1. Dari pemerintah dalam bentuk proyek pembangunan

2. Kerjasama dengan instansi lain, baik pemerintah maupun swasta.

Menurut jenisnya dana pendidikan terbagi atas :

1. Dana rutin dan dana pembangunan dari pemerintah adalah dana yang dipakai untuk membiayai

kegiatan rutin seperti gaji pendidikan pengabdian masyarakat, penelitian dan sebagainya.

2. Dana pembangunan, adalah dana yang dipakai untuk membiayai pembangunan fisik diberbagai

bidang artinya membangun prasarana dan sarana, alat belajar, media, dan kurikulum baru.

3. Dana bantuan masyarakat, termasuk SPP yang digunakan untuk membiayai hal-hal yang belum

dibiayai oleh dana rutin da pembangunan.

4. Dana usaha lembaga sendiri yang penggunaanya sama dengan butir ke-3 di atas.

Di dalam mengelola dan merencanakan sumber dana maka ada tiga macam perencanaan biaya pendidikan yaitu:

1. Perencanaan sacara tradisional, yaitu merencanakan masing-masing pendidikan maka masing-masing

pendidikan tersebut ditentukan biayanya.

2. SP4, Pengaturan jenis-jenis kegiatan dalam pendidikan diatur dalam system, alokasi dana disusun

berdasarkan realita, dan semua kegiatan ditujukan pada pencapaian target pendidikan.

3. ZBB (Zero Base Budgeting), hanya diatur untuk satu tahun anggaran

Dalam pembentukan biaya pada setiap kegiatan haruslah memperhatikan: (Vizey, 1996).

1. Perubahan harga di pasar, dan perubahan jumlah barang yang diperlukan.

2. Pertambahan jumlah siswa, dan peningkatan standar pendidikan

3. Tingkat umur peserta didik .

Effesiensi dan effektivitas dana Pendidikan

Ada dua penjelasan tentang keeffesienan dan keeffektivan penggunaan dana pendidikan yaitu:

1. Efesiensi dalam penggunaan dana pendidikan adalah penggunaan dana yang harganya sesuai atau

lebih kecil daripada produksi dan layanan serta produksi pendidikan yang sama atau melebihi

rencana semula dalam pendidikan yang telah direncanakan. Adapaun factor utama dalam

menentukan tingkat keefesienannya adalah penggunaan uang, proses kegiatan dalam pendidikan, dan

hasil kegiatan yang telah dilakukan.

2. Penggunaan dana secara efektif adalah jika dengan dana tersebut maka tujuan kegiatan dalam

pendidikan yang telah direncanakan dapat dicapai dengan relatif sempurna.

Dampak Konsep Dalam Pendidkan

1. Dalam dunia pendidikan factor ekonomi bukan sebagai pemegang peranan yang utama, melainkan

sebagai pemeran cukup menentukan keberhasilan pendidikan sebab dengan ekonomi yang memadai

dapat memenuhi semua fasilitas dan aktivitas dunia pendidikan

2. Factor yang paling menentukan kehidupan dan kemajuan pendidikan adalah dedikasi ,keahlian, dan

keterampilan pengelola dan guru dan dosen dalam setiap lembaga pendidikan.

3. Fungsi ekonomi pendidikan menunjang kelancaran proses pendidikan,, dan sebagai bahan

pengajaran ekonomi yang membentuk manusia ekonomi yaitu manusia yang dalam kehidupan

sehari-harinya memilki kemampuan dan kebiasaan memiliki etos kerja, tidak bekerja setengah-

setengah, produktif, dan hidup efesien

4. Tiap lembaga pendidikan diupayakan mampu menghidupi diri sendir, dengan cara mencari sumber-

sumber dana tambahan sebanyak mungkin guna memajukan dunia pendidikan

5. Penggunaan dalam dana pendidikan haruslah secara professional dan efesiensi serta efektivitas

About these ads

0 Responses to “TUGAS 6: BAB 7.LANDASAN EKONOMI”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: