25
Mei
09

PERSAMAAN KUADRAT DENGAN MEDIA KARTU

PERSAMAAN KUADRAT DENGAN MEDIA KARTU

I. PENDAHULUAN

Penyelenggaraan pembelajaran matematika tidaklah mudah karena fakta menunjukkan bahwa para siswa mengalami kesulitan dalam mempelajari matematika (Jaworski, 1994). Agar pembelajaran matematika sesuai dengan harapan maka perlu kiranya dibedakan antara matematika dan matematika sekolah.

Pandangan tentang hakekat dan karakteristik matematika sekolah akan memberikan karakteristik mata pelajaran matematika secara keseluruhan. Ebbutt dan Straker (1995: 10-63) mendefinisikan matematika sekolah yang selanjutnya disebut sebagai matematika, sebagai berikut:

1. Matematika sebagai kegiatan penelusuran pola dan hubungan

Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu:

  1. Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan penemuan dan penyelidikan pola-pola untuk menentukan hubungan,
  2. Memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan percobaan dengan berbagai,
  3. Mendorong siswa untuk menemukan adanya urutan, perbedaan, perbandingan, pengelompokkan, dsb,
  4. Mendorong siswa menarik kesimpulan umum,
  5. . Membantu siswa memahami dan menemukan hubungan antara pengertian satu dengan yang lainnya.

 

2. Matematika sebagai kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi dan

penemuan.

Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu:

  1. Mendorong inisiatif siswa dan memberikan kesempatan berpikir berbeda,
  2. Mendorong rasa ingin tahu, keinginan bertanya, kemampuan menyanggah, dan kemampuan memperkirakan,
  3. Menghargai penemuan yang diluar perkiraan sebagai hal bermanfaatdaripada menganggapnya sebagai kesalahan,
  4. Mendorong siswa menemukan struktur dan desain matematika,
  5. Mendorong siswa menghargai penemuan siswa yang lainnya,
  6. Mendorong siswa berfikir refleksif, dan
  7. Tidak menyarankan hanya menggunakan satu metode saja.

3. Matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving)

Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu:

  1. Menyediakan lingkungan belajar matematika yang merangsang timbulnya persoalan matematika,
  2. Membantu siswa memecahkan persoalan matematika menggunakan caranya sendiri,
  3. Membantu siswa mengetahui informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan matematika,
  4. Mendorong siswa untuk berpikir logis, konsisten, sistematis, dan menngembangkan system dokumentasi/catatan,
  5. Mengembangkan kemampuan dan keterampilan untuk memecahkan persoalan,
  6. Membantu siswa mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan berbagai alat peraga/media pendidikan matematika seperti; jangka, penggaris, kalkulator, dsb.

 

4. Matematika sebagai alat berkomunikasi

Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran matematika adalah guru perlu:

  1. Mendorong siswa mengenal sifat-sifat matematika,
  2. Mendorong siswa membuat contah sifat matematika,
  3. Mendorong siswa menjelaskan sifat matematika,
  4. Mendorong siswa memberikan alasan perlunya kegiatan matematika,
  5. Mendorong siswa membicarakan persoalan matematika,
  6. Mendorong siswa membaca dan menulis matematika,
  7. Menghargai bahasa ibu siswa dalam membicarakan matematika.

Untuk semua jenjang pendidikan, materi pembelajaran matematika meliputi (Ebbutt dan Straker, 1995):

1. Fakta (fact), meliputi:

a. Informasi

b. Nama

c. Istilah

d. Konvensi tentang lambang-lambang

 

2. Pengertian (concepts), meliputi:

a. Struktur pengertian

b. Peranan struktur pengertian

c. Berbagai macam pola urutan

d. Model matematika

e. Operasi dan algoritma

 

3. keterampilan penalaran, meliputi:

a. memahami pengertian

b. berpikir logis

c. memahami contoh negative

d. berpikir deduksi

e. berpikir induksi

f. berpikir sistematis dan konsisten

g. menarik kesimpulan

h. menentukan metode dan membuat alasan

i. Menetukan strategi

 

4. Keterampilan algoritmik, meliputi:

a. Keterampilan untuk memahami dan mengikuti langkah yang dibuat

orang lain

b. Merancang dan menbuat langkah

c. Menggunakan langkah

d. Mendefinisikan dan menjelaskan langkah sehingga dapat dipahami

orang lain

e. Membandingkan dan memilih langkah yang efektif dan efisien

f. Memperbaiki langkah

 

5. Keterampilan menyelesaikan masalah matematika (problem

     solving), meliputi:

a. Memahami pokok persoalaan

b. Mendiskusikan alternative pemecahannya

c. Memecahkan persoalan utama menjadi bagian-bagian kecil

d. Menyederhanakan persoalan

e. Menggunakan pengalaman masa lampau dan menggunakan intuisi untuk

menemukan alternative pemecahannya

f. Mencoba berbagai cara, bekerja secara sistematis, mencatat apa yang

terjadi, mengecek hasilnya dengan mengulang kembali

langkah-langkahnya

g. Mencoba memahami dan menyelesaikan persoalan yang lain

 

6. Keterampilan melakukan penyelidikan (investigation),

     meliputi:

a. Mengajukan pertanyaan dan mencari bagaimana cara memperoleh

jawabannya

b. Membuat dan menguji hipotesis

c. Mencari dan menentukan informasi yang cocok dan memberi

penjelasan mengapa suatu informasi diperlukan

d. Mengumpulkan, mengelompokkan, menyusun, mengurutkan dan

membandingkan serta mengolah informasi secara sistematis

e. Mencoba metode alternative

f. Mengenali pola dan hubungan

g. Menyimpulkan

 

Peraturan Dirjen Dikdasmen Depdiknas Nomor 506/C/PP/2004 11 Nopember 2004 tentang penilaian perkembangan anak didik SMP memuat beberapa ketentuan, khususnya tentang bentuk spesifikasi buku laporan perkembangan hasil belajar siswa (rapor). Pada peraturan itu di halaman 6 tercantum bahwa yang perlu dilaporkan kepad orang tua tentang hasil belajar matematika siswa SMP adalah:

  1. Pemahaman Konsep
  2. Penalaran dan komunikasi
  3. Pemecahan masalah

Untuk mencapai hasil yang diharapkan dalam pembelajaran maka disusunlah suatu rencana yang disebut dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang singkat RPP.

2. TEORI BELAJAR-MENGAJAR MATEMATIKA YANG RELEVAN

1. Teori kontruktivime

2. Teori belajar Jerome Bruner

3. RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah : SMP negeri 27 Palembang

Mata Pelajaran : Matematika

Kelas/semester : VIII/ 1

Standar Kompetensi : ALJABAR

1.Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan persamaan garis

lurus

Kompetensi Dasar : 1.2 Menguraikan bentuk aljabar ke dalam faktor-faktornya.

Indikator : Menguraikan bentuk aljabar kedalam faktornya

Alokasi waktu : 2 jam pelajaran (1 x Pertemuan)

A. Tujuan Pembelajaran

 

Siswa dapat menentukan faktor-faktor dari persamaan kuadrat yang berbentuk

ax² + bx + c , a=1

B. MATERI : Persamaan Kuadrat

C. Metode Pembelajaran : Diskusi, demonstrasi dan penemuan

Model Pembelajaran : Pengajaran langsung

D. Langkah-langkah Kegiatan

Pendahuluan

  1. Mengaitkan materi yang akan dipelajari dengan materi sebelumnya
  2. Menginformasikan tentang tujuan pembelajaran

Kegiatan Inti

  1. Guru mendemonstrasikan cara menentukan faktor-faktor pada persamaan kuadrat yang berbentuk ax² + bx + c, a=1 dengan menggunakan media yang berbentuk kartu.
  2. Guru membagikan kartu yang dibuat oleh guru yang terdiri dari 4 macam, Yaitu: kartu

untuk x², kartu untuk x, kartu untuk –x. dan kartu untuk satuan.

  1. Guru memberikan 5 soal untuk dikerjakan siswa secara berpasangan dengan menggunakan kartu yang diberikan guru
  2. Guru berkeliling melihat pekerjaan siswa dan memberikan bimbingan seperlunya terhadap siswa yang mengalami kesulitan.
  3. Untuk mengecek pemahaman siswa guru meminta beberapa siswa untuk memperagakan hasil pekerjaannya dan menggambarkan susunan kartu tersebut dipapan tulis dan menentukan hasilnya.
  4. Dari kegiatan ini diharapkan siswa akan menemukan cara untuk menentukan factor-faktor dari persamanaan kuadrat yang berbentuk ax² + bx + c , dimana a=1
  5. Guru memberikan umpan balik terhadap jawaban siswa dan mengarahkan siswa kearah jawaban yang benar.
  6. Siswa diberi latihan untuk menerapkan konsep yang didapat siswa dari kegiatan di atas. (tanpa menggunakan kartu)

Penutup

  1. Rangkuman
  2. Siswa diberi PR

E. Alat dan Sumber Belajar

a. Model Kartu

b. Buku teks

F. Penilaian

Tekhnik : tes

Bentuk Instrumen : tes tertulis

SUMBER

Dewi Nuharini & Tri Wahyuni. 2008. Matematika Konsep dan aplikasinya.

Depdiknas. 2004. Model-model Pembelajaran Matematika. Jakarta

Depdiknas. 2006. Panduan Silabus Mata Pelajaran Matematika. Jakarta

Wardhani, Sri. 2006. Permasalahan Pembelajaran dan Penilaian Kemahiran Matematika

SMP (Pelatihan Instruktur/Pengembang matematika SMP jenjang menengah).

Depdiknas: PPPG Matematika Yokyakarta

Model Kartu

25052009(007)

Contoh Soal: X²+ 7x + 12 =

25052009(005)

Jadi X²+ 7x + 12 = (x+4)(x+3)

Latihan soal dengan menggunakan kartu

  1. x² – 6x + 8
  2. x² + 9x + 20
  3. a² + 8a + 12
  4. n² + 2n – 8
  5. b² – 2b – 8

Latihan Soal tanpa menggunakan kartu

  1. x²+8m+16
  2. p²-8p+12
  3. b²+6b+9
  4. p²-4p+4
  5. x ²-8x+16
  6. x²-6x+9
  7. a²-2a-15
  8. m²+2m+1
  9. a ²+5a-24
  10. t ²-3t-18
About these ads

3 Responses to “PERSAMAAN KUADRAT DENGAN MEDIA KARTU”


  1. 1 banta chairullah
    Maret 18, 2010 pukul 11:07 am

    terima kasih bu lely……informasinya sngt membnatu saya dalam membuat alat peraga matematika

  2. September 7, 2011 pukul 4:58 pm

    bu lela..Apakah bisa, metri ini saya angkat menjadi judul seminar saya?
    tks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: