23
Mei
09

RME DI SDN 117 PLG

Pendahuluan

Observasi ini kami laksanakan sebagai tugas mata kuliah Pendidikan matematika Realistik yang di ajarkan oleh Prof. Dr. Zulkardi M.I.Komp.M.Sc. Observasi ini bertujuan untuk melihat bagaimana pembelajaran RME yang dilaksanakan di SD tersebut. Adapun yang kami observasi yaitu: Proses pembelajaran, silabus, sampai ke evaluasi.


Kami melakukan observasi ke SD tersebut pada tanggal 30 Maret 2009 di kelas IIa dengan guru yang mengajar adalah Ibu Rusmawati. Observasi ini dilakukan mulai dari siswa masuk kelas sampai pelajaran matematika selesai. Adapun materi yang diajarkan pada waktu itu adalah materi ”Bilangan Loncat”.

Berikut ini adalah gambar kegiatan siswa yang dilakukan sebelum pembelajaran dimulai. Guru mengawali dengan memeriksa kuku sebelum siswa masuk ke dalam ruang kelas.

300320094967 300320094968

(Kegiatan sebelum masuk ke dalam kelas)

Proses Pembelajaran

Pendahuluan

Sebagai apersepsi guru menanyakan pelajaran minggu lalu, kemudian guru meminta siswa mengumpulkan PR mereka. PR mereka mengenai materi dengan judul “Menata Hasil Kebun”.

300320094971

(Situasi kelas sebelum pelajaran dimulai)

300320094974

(buku PR siswa)

Kegiatan Inti

Pada kegiatan inti, guru mengawali pembelajaran dengan memberikan pertanyaan kepada siswa. Diberikan dua pertanyaan yang mengarah pada materi bilangan loncat, pertanyaan tersebut yaitu:

  1. Jarak rumah Tono dan Tini adalah sejauh 40 m. Jika Tono dapat melakukan loncatan sejauh 4 m, berapa kali loncatan agar Tono sampai ke rumah Tini?
  2. Ada berapa kali loncatan menemukan angka 25 dengan melakukan bilangan loncat 5?

Soal no. 1 ditanggapi siswa dengan antusias, akan tetapi siswa kelihatan bingung dalam menjawab pertanyaan tersebut. Melihat situasi tersebut, secara spontanitas guru mengubah soal yang diberikan menjadi bentuk soal sebagai berikut:

  1. Jarak rumah Tono dan Tini adalah sejauh 4 m. Jika tono dapat melakukan loncatan sejauh 10 m, berapa kali loncatan agar Tono dapat sampai ke rumah Tini?

Soal ini dapat dengan mudah dijawab oleh siswa, dan salah satu siswa menjawabnya di papan tulis. Untuk soal no. 2 juga dapat dijawab dengan mudah oleh murid dan salah satu siswa juga menjawab di papan tulis.

Kegiatan tersebut dapat di lihat pada gambar berikut ini:

300320094976 300320094978

( Siswa mengerjakan soal yang diberikan guru)

300320094979

( hasil jawaban siswa di depan kelas)

Dari hasil jawaban siswa tersebut, guru menyimpulkan bahwa bilangan loncat merupakan bentuk dari penjumlahan sebanyak loncatan yang diberikan.

Dari soal no. 1 yang diberikan guru, ada baiknya jika soal dibentuk lebih real dalam dunia anak-anak. Misalnya untuk “loncatan Tono” mungkin lebih baik diganti dengan loncatan “Sponge Bob” atau loncatan “Dora Emon” yang lebih akrab dalam dunia anak-anak.

Tahap berikutnya, guru melanjutkan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan PMRI. Guru menjelaskan bilangan loncat dengan menggunakan manik-manik sebagai alat bantu. Manik-manik tersebut terdiri dari 2 warna yaitu merah dan kuning yang dibagikan kepada tiap-tiap kelompok. Prosedur kegiatannya dapat dilihat pada langkah kegiatan sebagai berikut:

1) Guru membagikan sejumlah manik- manik pada tiap-tiap kelompok yang terdiri dari 6 (enam) kelompok dengan anggota terdiri dari 6 orang. Nama-nama kelompok yaitu kelompok Kentang, kelompok Wortel, kelompok Cabai, kelompok Tomat, kelompok Timun, dan kelompok Nanas.

300320094977

2) Setelah siswa menerima manik-manik tersebut, guru meminta siswa mengerjakan soal 4 x 6 dengan menyusun manik-manik tersebut. Pada saat siswa mengerjakan, guru memberikan semangat dengan mengatakan bahwa kelompok yang selesai lebih dulu akan diberi hadiah. Hadiah yang diberikan guru adalah wafer dan coklat.

300320094983

300320094986 300320094988

(Setiap kelompok sangat antusias mengerjakan soal yang diberikan oleh guru)

3) Guru berkeliling memeriksa pekerjaan siswa.

300320094985

4) Hasilnya kelompok Timun dapat menyelesaikan susunan manik-maniknya

lebih dulu dengan tepat sehingga seluruh anggota kelompok Timun

diberikan hadiah berupa wafer dan coklat.

300320094987

(hasil merangkai manik-manik kelompok timun)

5) Guru meminta salah satu siswa untuk mempresentasikan jawaban mereka ke depan kelas dengan membawa manik-manik yang telah mereka susun.

Kegiatan tersebut di atas dapat kita lihat pada gambar berikut ini:

300320094980 300320094982

(kelompok Timun mempresentasikan hasil pekerjaan mereka)

Evaluasi

Setelah proses pembelajaran selesai guru memberikan Evaluasi. Disini kami diminta untuk mengawasi kegiatan siswa dan sekaligus mengoreksi hasil dari pekerjaan siswa. Soal evaluasi ini dikerjakan dengan berkelompok yang tiap-tiap kelompok terdiri dari 2 (dua ) orang.

Soal Evaluasi :

1. 4 x 6

2. 3 x 7

3. 5 x 8

4. 9 x 3

5. 10 x 5

(Contoh hasil jawaban evaluasi siswa)

Untuk pembelajaran Matematika guru menetapkan KKM dengan nilai 80. KKM yang cukup tinggi ini diambil karena guru beralasan bahwa kelas yang diajarkan ini merupakan kelas khusus. Artinya siswa-siswa dikelas ini memiliki kemampuan yang lebih tinggi dari pada siswa di kelas lain.

Setelah pekerjaan siswa dikumpulkan, kami memeriksa jawaban siswa dan menilai hasil kerja siswa. Hasil dari 18 lembar jawaban yang diperiksa, kami kelompokkan nilainya sebagai berikut:

NILAI

0

10

20

30

40

50

60

70

80

90

100

FREKUENSI

1

1

1

5

1

9

KETUNTASAN

tdk

tdk

tdk

tdk

ya

Ya

Dengan menggunakan KKM = 80, maka ketuntasan belajar terdiri dari 10 kelompok dari 18 kelompok,

Persentase ketuntasan di kelas ini yaitu = 10/18 x 100% = 55, 56 %

Jadi, ketuntasan belajar siswa dengan materi ”Bilangan Loncat” adalah sebesar 55,56%

Keterkaitan materi ”Bilangan Loncat” dengan kelima karakteristik PMRI

1. Menggunakan konteks

Konteks yang digunakan pada materi ”bilangan loncat” adalah ”Jarak rumah Tono ke rumah Tini”. Penggunaan konteks tersebut bertujuan agar proses berfikir siswa terjadi sehingga dengan konteks tersebut siswa sudah dapat membayangkan bilangan dengan loncatan.

2. Menggunakan model

Model yang digunakan pada materi ”Bilangan Loncat” adalah model garis bilangan dan manik-manik sebagai alat peraga. Dengan menggunakan garis bilangan dan manik-manik siswa dapat menentukan bilangan loncat dengan menghitung setiap langkah melewati sejumlah bilangan yang dimaksudkan.

3. Menggunakan kontribusi siswa

Kontribusi yang besar pada proses belajar mengajar diharapkan dari kontribusi siswa sendiri yang mengarahkan mereka dari metode informal ke arah yang lebih formal. Siswa diberi kesempatan untuk bekerja, berfikir dan mengkomunikasikan pendapat mereka dan guru hanya bertindak sebagai pembimbing (fasilitator), moderator dan evaluatir. Dari hasil observasi, siswa sudah memberikan kontribusi dalam proses pembelajaran tetapi untuk hasil jawaban siswa yang beragam tidak kami temukan disini.

4. Interaktivitas

Guru sebagai fasilitator memberikan pertanyaan –pertanyaan arahan untuk mengatur mereka sehingga siswa dapat berinteraksi antar sesama siswa, siswa dengan guru, baik dalam diskusi, kerjasama dan evaluasi.

5. Terintegrasi dengan topik pembelajaran lainnya.

Materi ”bilangan loncat” ini terkait dengan materi penjumlahan dan perkalian.

Kesimpulan dan Saran

Dari hasil observasi yang kami lakukan terhadap pembelajaran dengan pendekatan PMRI di SDN 117 Palembang dapat disimpulkan pada proses pembelajaran tersebut sudah cukup baik tetapi ada beberapa hal menurut pendapat kami yang perlu diperhatikan antara lain:

  1. Soal yang diberikan pada awal pembelajaran ada baiknya dibuat lebih menarik dan nyata dalam dunia anak-anak.

2. Penggunaan manik – manik sebaiknya lebih banyak warna,

sehingga dapat ditemukan jawaban siswa yang lebih beragam

dan sebaiknya siswa tidak dikenalkan lebih dulu dengan

bilangan loncat


4 Responses to “RME DI SDN 117 PLG”


  1. 1 nazarudin
    Juli 27, 2010 pukul 2:28 pm

    bagus dan sangat berguna bagi anak-anak

  2. 3 M. Fadhen aryaputra dovinka
    Oktober 12, 2010 pukul 1:36 pm

    Amien.,.,.,.,!!

  3. Desember 12, 2010 pukul 3:05 am

    makasih buat guru guru yang udah ngajar aku


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: