24
Mei
09

TUGAS 4: BAB 5. LANDASAN SOSBUD

LANDASAN SOSIAL BUDAYA PENDIDIKAN

Sosial budaya merupakan bagian hidup manusia yang paling dekat dengan kehidupan sehari-hari.  Tentang apa yang dikerjakan dan cara mengerjakannya serta bentuk yang diinginkan  adalah merupakan unsure dari suatu budaya. Alat untuk bekerja  dan cara mengerjakannya dengan baik juga merupakan suatu budaya.

Social mengacu kepada hubungan antar individu, antar masyarakat, dan individu dengan masyarakat.

Sosiologi dan Pendidikan

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok dan struktur sosialnya.

Sosiologi Mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Empiris, adalah merupakan ciri utama sosiologi sebagai ilmu.
  2. Teoretis, adalah merupakan peningkatan fase penciptaan tadi yang menjadi salah satu

bentuk budaya.

  1. Komulatif, sebagai akibat dari penciptaan terus menerus sebagai konskuensi dan

terjadinya perubahan pada masyarakat.

  1. Nonetis, teori itu menceritakan apa adanya tentang masyarakat besrta individu-

individu  di dalamnya.

Pendidikan yang diinginkan oleh aliran kemasyarakatan  ini ialah proses pendidikan yang bisa mempertahankan dan meningkatkan keselarasan hidup dalam pergaulan manusia. Wuradji (1988) menulis bahwa sosiologi pendidikan meliputi:

1.  Interaksi guru-siswa

2.  Dinamika kelompok di kelas  dan di organisasi intra sekolah

3.  Struktur dan fungsi system pendidikan

4.  Sistem-sistem masyarakat dan pengaruhnya terhadap pendidikan.

Proses social dimulai dari interaksi social dan dalam proses social itu selalu terjadi interaksi social .

Interaksi dan proses social didasari oleh factor-faktor berikut:

  1. Imitasi
  2. Sugesti

3    Identifikasi

  1. Simpati

Proses social bisa terjadi karena salah satu dari factor di atas atau gabungan beberapa daripadanya.Dalam proses social terdapat interaksi social  yang akan terjadi apabila  memenuhi dua syarat yaitu

1.Kontak social

2.Komunikasi.

Kontak social dapat berlangsung dalam tiga bentuk yaitu:

1. Kontak antarindividu

2. Kontak antara individu dengan kelompok atau sebaliknya

3. Kontak antar kelompok”

Komunikasi adalah proses penyampaian pikiran dan perasaan seseorang kepada orang lain atau sekelompok orang,

Bentuk-bentuk Interaksi social  yaitu:

  1. Kerjasama
  2. akomodasi
  3. Asimilasi atau akulturasi.
  4. Persaingan
  5. Pertikaian.

Ada dua teori yang dipakai untuk meningkatkan produktivitas kelompok social

yaitu: (Wuraji, 1988 dan Sudardja, 1988)

1. Teori Struktural Fungsiona, memanfaatkan struktur dan fungsi untuk meningkatkan

  1. produktivitas kelompok..

2. Teori Konflik, , mengguakan prinsip-prinsip pemaksaan dalam melakukan perbaikan

atau perubahan kelompok social.

Kebudayaan dan Pendidikan

Kebudayaan menurut Taylor adalah totalitas yang kompleks yang mencakup pengetahuan , kepercayaan , seni, hokum, moral, adat, dan kemampuan-kemampuan serta kebiasaan-kebiasaan yang diperoleh orang sebagai anggota masyarakat (Imran Manan,1989). Kneller mengatakan kebudayaan adalah cara hidup yang telah dikembangkan oleh anggota-anggota masyarakat (Imran Manan, 1989).

Ada tiga hal yang menimbulkan perubahan kebudayaan, yaitu:

  1. Originasi, yaitu sesuatu yang baru atau penemuan-penemuan baru.
  2. Difusi, ialah pembentukan kebudayaan baru akibat masuknya elemen-elemen budaya yang baru ke dalam budaya yang lama.
  3. Reinterpretasi, yaitu perubahan kebudayaan akibat terjadinya modifikasi elemen-elemen kebudayaan yang telah ada  agar sesuai dengan keadaan zaman .

Masyarakat Madani Memerlukan Lembaga Pengembang dan Penjaga Nilai

Masyarakat Indonesia sedang menuju kepada masyarakat yang ingin mewujudkan nilai-nilai dasar manusia yang meliputi hak dan kewajiban seseorang sebagai warganegara yang baik . Keterbukaan masyarakat industri yangsedang menuju dunia tanpa batas, dapat melahirkan suatu budaya global tanpa bentuk.Manusia dan masyarakat dapat kehilangan identitasnya karena ditimbun oleh unsure-unsur budaya global sehingga dapat mematikan identitas suatu masyarakat. Oleh sebab itu di dalm proses masyarakat  Indonesia untuk mewujudkan  masyarakat  madani (civil society) di dalam tatanan masyarakat global, kita memerluka lembaga-lembaga yang akan menjaga identitas kita sebagai suatu bangsa. Di dalam masyarakat kita perlu suatu lembaga yang berfungsi sebagai watch dog atau kata-hati suatu bangsa. Sejarah dunia menunjukkan  banyak kelengahan manusia  dapat terjadi apabila bangsa atau masyarakat  atau Negara tertentu telah menjadi tumpul kata- hatinya. Di dalam sejarah pendidikan kita mengetahui banyak  lembaga pendidikan tinggi  telah mengorbankan filsuf-filsuf besarnya demi untuk menjaga kata-hati suatu bangsa.  Socrates telah bersedia meminum racun demi untuk menjaga nilai-nilai obyektif  dari masyarakat di mana ia hidup.

Faktor-faktor Dasar bagi Pengembangan Kebudayaan

Kebudayaan tidak hidup dan berkembang  di dalam ruang kosong. Budaya adalah hasil kreasi  suatu masyarakat yang ditujukan  kepada kepentingan kehidupan masyarakat tersebut agar tetap eksis  dan berkembang. Kreasi kebudayaan bermanfaat  bagi kelangsungan kehidupan masyarakat  yang memiliki kebudayaan itu.  Soeryanto  Poespowardojo mengemukakan empat factor dasar dari pengembangan kebudayaan yaitu antropos, oikos, tekne dan ethnos.

Antropos

Binatang tidak punya budaya. Budaya adalah khas kreasi manusia .  Hanya manusialah yang ingin meyempurnakan hidupnya, yang ingin membanagun sesuatu untuk kehidupannya. Oleh sebab itu manusia adalah sentral dari setiap pembangunan masyarakat  dalam bentuk apapun  kehidupan masyarakat yang dipilihnya.  Apabila suatu pembangunan diarahkan hanya untuk memenuhi kebutuhan pembangunan itu sendiri seperti kenaikan pendapatan nasional, kemajuanilmu dan tekhnologi, pembangunan pabrik-pabrik, peningkatan ekspor, dan bukan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia maka pembangunan tersebut bukanlah pembanguna bagi pengembangan kebudayaan.

Oikos

Oikos atau universum di mana manusia menjalankan proses pembudayaannya. Seperti telah dirumuskan kebudayaan tidak berkembang di dalam ruang kosong (vacuum) tetapi di dalam sesuatu universum yang terdiri dari tetangga, masyarakat  nasional, dan dari masyarakat bangsa-bangsa. Di dalam lingkaran kehidupan masyarakat dari yang sederhana sampai unversum di situlah terletak proses pembudayaan umat manusia. Di dalam memasuki abad 21 dimana dunia ini semakin sempit dan tanpa batas,maka universum manusia telah menjadi satu dan merupakan tanggung jawab dari seluruh umat manusia.

Tekne

Tekne atau peralatan yang diciptakan oleh manusia untuk mengerjakan dunianya. Hal ini berarti manusia harus mengembangkan daya kreasinya untuk menciptakan alat-alat termasukpengetahuan untuk menggunakan peralatan tersebut (tekhnologi). Masyarakat yang sedang menuju industrialisasi adalah  masyarakat yang menguasai peralatan, menguasai teknologi, agar supaya dia dapat  menciptakan dunia yang lebih baik, lebih makmur, dan tentu saja lebih aman. Tekne atau peralatan  bukanlah tujuan akhir suatu kebudayaan.tekne (alat dan ilmu serta penerapannya) bukan mempunyai tujuan dalam dirinya  sendiri tapi sekedar alat untuk membangun dunia yang lebih baik, Universum yang lebih aman dan untuk kepentingan sesame manusia (antropos).

Ethnos (komunitas manusia) .

Kehidupan pada hakikatnya merupakan interaksi manusia. Tanpa interaksi manusia, peralatan, universum, antropos, tidak bermakna sama sekali. Komunitas manusia atau interaksi manusia merupakan factor yang sangat penting terlebih-lebih  di dalam dunia yang terbuka. Tanpa interaksi komunitas manusia kan hancur.

Nilai-nilai Budaya yang Perlu Dikembangkan

Setiap bangsa tentu mempunyai nilai-nilai dasar yang diberikan prioritas bagi pengembangannya. Bagi bangsa Indonesia nilai-nilai tersebut adalah:

  1. Nilai-nilai yang menekankan kepada pemilikan hidup yang lebih layak.
  2. Nilai-nilai untuk mempertahankan keberadaan.
  3. Kesadaran kita sebagai suatu bangsa merupakan salah satu syarat keberadan kita. Oleh sebab itu nilai wawasan kebangsaan tidak dapat kita terima sebagai Taken for granted tetapi sebagai suatu wawasan yang terus menerus menjiwai aktifitas kita untuk hidup sebagai bangsa.
  4. Nilai-nilai solidaritas , keadilan dan pemerataan harus  terus dikembangkan.
  5. Otonomi diperlukan  untukbersaing dalamkeehidupan global.
  6. Diperlukan rasa aman.  Keamanan lahir dan batin  merupakan syarat  bagi tumbuhnya nilai-nilai lainnya.
  7. Manusia dan kebudayaannya selalu beriteraksi   dengan  lingkungan hidup.

0 Responses to “TUGAS 4: BAB 5. LANDASAN SOSBUD”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: